Jump to content

Page:Sam Djie King.pdf/43

From Wikisource
This page has been proofread.
—36—


kepalanja maka koetika ia sampe dan mendapet liat si anak malas lagi tidoer, srenta melenggoet lenggoet, ia lantas berkata begini:

„He!" anak malas apa angkau adjokkin goewa, goewa nantikasi adjaran padamoe ia lantas berdiri doeloe, hingga moendoerlah doewa tiga tindak djaoenja.
Sasoedahnja, ia meliat si anak malas melenggoet lagi sekali, dari itoe ia menanja padanja begini:
„Loe brani adjokkin dan menantangin goewa.

Toengoe sedikit, goewa nanti bri gandjaran padaloe."

Dengan sigra ia moendoer lagi sedikit, berdirilah seperti ia maoe melompat dan sasoedahnja itoe ia menoebroek si anak malas, dan menandoek kapalanja begitoe sangat sekali, sampe si anak malas djato tergoeling-goeling, laloe ia lari, dan sambari menangis ia poelang ka roemahnja.
Sekarang ini kendati si anak malas tiada mendapat sewatoe kepinteran dari boekoe, itoe tentoe soeda trima gandjaran di atas kepalanja dari si Kambing bandot, jang tiada sekali-kali bisa bepikir jang moesoenja begitoe lekas lari bersipat koeping, maka dari itoe, kerna ia ampoenja mara belon abis, ia menoengoe lagi di tempat itoe, dan meliat sepoeternja, brangkali ada lagi anak jang malas datang dan tidoer sadja di sini, dan tiada soeka kerdja, dan berladjar ilmoe soerat.
Ini tjeritahan ada satoe nasehat boeat anak-anak jang males soeka tidoer, tiada soeka berkerdja, jang bole ambil toeladan dari sa ekoer binatang Kambing bandot itoe jang soedah bri pengadjaran pada saorang anak pemalas jang terseboet di atas adanja.
(B: BETAWI)